Peringatan Akan Air Baru | Kisah Hikmah Sufi

Dzul-Nun al-Misri dianggap yang paling menonjol dari awal munculnya tasawuf dan memegang posisi Sufi Kronik setinggi Junayd Baghdadi dan Abu Yazid Al-Busthami. Ia belajar di bawah berbagai guru dan bepergian secara luas di Saudi dan Suriah.

Catatan Orang yang dianggap menciptakan kisah ini, Dhun-Nun Al-Misri.

Pada zaman dahulu, Nabi Kidir, Guru Nabi Musa, telah memberi peringatan. Akan ada hari, katanya, semua air didunia yang tidak disimpan secara khusus akan
Hilang. Sebagai ganti, muncul air baru, yang mengubah manusia menjadi gila.
Orang yang bisa menangkap makna peringatan tersebut, Ia akan mengumpulkan air dan
menyimpan air itu di tempat yang dirasa aman.

Dan, Ditunggulah saat yang di sebut-sebut Nabi Khidir.
Pada hari yang dipastikan itu, sungai-sungai berhenti mengalir, dan sumur mulai
mengering. Setelah melihat kejadian itu, orang yang menangkap makna peringatan itupun
pergi ke penyimpanan dan meminum air tersebut.
Dari tempat persembunyian, ia melihat air terjun kembali
memuntahkan air, orang itu pun menggabungkan dirinya kembali dengan orang yang sudah berada disana.

Ternyata mereka kini berpikir dan berbicara dengan cara sama sekali lain dari sebelumnya; mereka tidak ingat lagi apa yang pernah terjadi, juga tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapat peringatan. Ketika orang itu mencoba berbicara dengan mereka, ia menyadari bahwa ternyata mereka telah menganggapnya gila. Terhadapnya, mereka menunjukkan rasa benci atau kasihan, bukan pengertian. Mula-mula orang itu tidak mau minum air yang baru; setiap hari ia pergi ke tempat persembunyiannya, minum air simpanannya. Tetapi, akhirnya ia memutuskan untuk meminum saja air baru itu; ia tidak tahan lagi menderita kesunyian hidup; tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda dengan orang-orang lain. Ia meminum air baru itu, dan menjadi seperti yang lain-lain. Ia pun sama sekali melupakan air simpanannya, dan rekan rekannya mulai menganggapnya sebagai orang yang baru saja waras dari sakit gila.

Untuk mencermati Kisah ini, kita dituntut teliti dalam memaknai kandungan didalamnya, saat pertama membaca, ah! Luar biasa sang pengarang dengan jenius, lihai, membuat kisah kaya makna ini.

Ada komentar menarik mengenai Kisah ini yang ditulis oleh sobat-dharma pada sebuah Forum:

Semua orang gila, kecuali orang
itu. Bagi yang lain (yang menjadi
gila), orang satu-satunya yang
seharusnya tidak gila dianggap gila.

Ini kisah yang
menggambarkan di mana
mayoritas yang selalu menentukan
mana yang benar, mana yang
salah --minoritas selalu dengan
mudah disalahpahami sebagai
yang salah. Sekaligus
menggambarkan bagaimana
kadang-kadang kebenaran itu
bersifat relatif dan tergantung
pada kesepakatan umum, jika
berbicara pada tataran permukaan
belaka.


Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

3 Responses to "Peringatan Akan Air Baru | Kisah Hikmah Sufi"